Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Monday, January 23, 2017

Penting!! Cara Menulis Terhindar Dari Kejenuhan

Penting!! Cara Menulis Terhindar Dari Kejenuhan



terhindar dari kejenuhan
Motivasi Menulis Via  Flickr
Menulis merupakan kegiatan merangkai huruf, kata, kalimat, dan mengaitkan antar paragraf agar menjadi tulisan yang holistik (utuh) dan terjadi harmonisasi tulisan yang mudah dimengerti dan dipahami oleh yang membacanya. Kegiatan menulis yang begitu intens terkadang membuat kita didatangi rasa kejenuhan. Kedatangannya pun terkadang susah untuk dihindari, karena kejenuhan datang saat kita dalam kondisi alam fikir bawah sadar kita, terpengaruh oleh beberapa item. Item-item yang mempengaruhi dan mengundang kejenuhan saat menulis diantaranya mentok mau nulis apa ketika sudah ditengah-tengah proses penulisan, terganggu karena suara bising, belum menemukan inspirasi yang membantu untuk dijadikan bahan tulisan, menulis dalam keadaan haus dan lapar, dan gangguan-gangguan yang membuat kejenuhan itu menghampiri Sang Penulis.
Menjadi penulis yang baik tentu tidaklah mudah untuk menghindari rasa kejenuhan tersebut. Apalagi, bagi penulis seperti Saya yang masih baru mengenal dunia penulisan. Tak jarang rasa bosan, malas, jenuh, capek, tidak ada yang memotivasi  agar selalu menyemangati Saya, untuk terus berkarya dan menulis. Tentu hal ini menjadi tantangan terbesar Saya sebagai Pemula dalam Menulis. Untuk menjadi Penulis yang bisa dikatakan baik tentu membutuhkan jam terbang yang tidak sedikit. Di katakan oleh Ust. Felix Saw bahwa menekuni suatu bidang tertentu dibutuhkan waktu sekitar 10.000 jam, untuk menjadi handal dalam suatu bidang tertentu. Jadi, siapkanlah diri kamu dari sekarang kalau ingin handal dalam bidang tertentu.
Menjadi Seorang Penulis yang mampu menulis dengan baik dan benar merupakan idaman bagi semua para penulis baik newbie maupun yang sudah master. Apalagi menghasilkan karya dasyat yang mengagumkan dan best seller. Berikut ini akan saya paparkan buah fikiran Saya, yang saya hasilkan dari berfikir keras Saya, untuk menemukan cara agar terhindar dari kejenuhan saat menulis :

#1 Tentukan Berapa Lama Waktu Yang Dibutuhukan Untuk Menulis !!

Yups, menentukan target dalam menulis sangat lah penting wahai pembaca. Kenapa? Karena dengan kita menentukan deadline waktu kita saat proses menulis, akan membuat kita termotivasi untuk mengejar waktu yang sudah ditargetkan. Berbeda dengan menulis yang tidak ditargetkan. Saya merasakan sendiri lho... karena sudah mempraktekkannya. Item pertama ini akan sangat membantu sekali dalam proses kita menulis mencapai target waktu yang telah ditentukan. Wal hasil nulisnya tidak akan diganggu oleh kejenuhan.

#2 Bacalah Buku-Buku Yang Terkait Dengan Yang Kamu Tulis !!

Biasanya saat proses menulis kita akan mengalami yang namanya “mentok” apa yang mau ditulis berikutnya. Hal ini, akan mengundang datangnya “KEJENUHAN”, dan ini lah “PENYAKIT AKUT” berbahaya yang sering melanda Penulis. Terkadang, sekali kita berjumpa dengan yang namanya penyakit kejenuhan, maka hal ini akan menimbulkan penyakit-penyakit lainya seperti bosan, malas, ngantuk, lesu, yang lebih menstreamnya lagi sampai menjadi seorang Plagiat karya orang lain. Solusi untuk terhindar dari kejenuhan yaitu membaca, hal ini menjadi penting bagi seorang Penulis, baik yang Newbie maupun yang sudah Master. Hal demikian, menjadi sangat diperlukan sebagai dasar kita untuk menulis dan menambah perbendaharaan kata-kata yang sudah terekam dalam memori otak kita. Dan aktivitas menulis pun menjadi aktivitas yang mengasyikan.

#3 Regangkan Otot Tangan, Pinggul, Dan Mata Sejenak !!

Aktivitas meregangkan badan membantu kita untuk mengurangi tingkat kejenuhan yang  dialami. Penting untuk dilakukan, setelah kita berkutat dengan layar komputer atau pun dengan buku-buku dan pena yang dilakukan berjam-jam. Melakukan peregangan badan memicu organ-organ tubuh  yang kaku menjadi lentur kembali dan mudah untuk dikendalikan oleh sensor motorik otak. Dengan demikian, aktivitas menulis pun bisa kita mulai lagi dengan anggota badan yang nyaman.

#4 Istirahatlah Sejenak, Untuk Merefresh Fikiran Kamu !!

Memang acap kali Penulis dihadapkan pada situasi kemacetan menulis. Hal demikian,  mengundang penyakit kejenuhan yang mendatangi Penulis. Tak jarang setelah dihinggapi kejenuhan proses menulis berhenti. Syukur-syukur kalau bisa bangkit lagi dan mau menulis lagi, kalau tidak, coba bayangkan!! Bisa batal jadi Penulis hebat. Oya, sebelum itu terjadi pada diri Penulis lebih baik kamu tentukan waktu istirahat. Misal, kamu nulis menghabiskan waktu selama 3 jam. Kamu sisipkan tuh, waktu istirahat. Kira-kira ya 15 menit atau bisa disesuaikan dengan selera kamu, intinya harus ada waktu istirahat tersebut. Biar otak kita gak spanneng.

#5 Makan Dan Minumlah Secukupnya !!

Hmm, oya sahabat. Saat kamu akan menulis usahakan kamu sudah makan dan minum ya. Hal ini sangat dibutuhkan oleh tubuh kita saat menulis. Menjadi Penulis itu membutuhkan energi yang tidak sedikit lho,  soalnya pikiranlah yang bekerja keras dan capek fikir dengan capek fisik juga berbeda. Capek fikiran itu lebih menguras tenaga dan kondisi psikis kita.  Oleh karena itu, saya sarankan makan dan minumlah secukupnya sebelum memulai kegiatan menulis supaya energi untuk menulis jadi dahsyat. Dan.. semangat menulis !!

Oke, itu lah kiranya paparan artikel yang saya buat, barangkali bisa jadi masukan dan saran yang baik untuk kamu semua. Berkaryalah terus dengan menulis wahai sahabat, karena dengan menulis kita sama saja membuat ladang pahala. Karena apa yang kita sampaikan jika itu bermanfaat maka akan memperoleh sesuatu apresiasi yang luar biasa dari Sang Maha Kuasa.
Yup, demikian kiranya paparan tulisan saya salam dari Sahabat Pena

~Arif Hermawan~

Wajib Tau!!! 5 Persiapan Menikah Tersukses - Merconilmu

Wajib Tau!!! 5 Persiapan Menikah Tersukses - Merconilmu

Persiapan Menikah Tersukses
Mariied Moment Via Flickr
Menikah merupakan suatu aktivitas sakral yang bertujuan untuk mengikat sebuah hubungan yang memenuhi kriteria yang layak untuk membangun sebuah keluarga. Hidup di dunia merupakan takdir yang harus di lalui oleh setiap insan yang dilahirkan di permukaan bumi ini. Setiap makhluk telah dijamin oleh Allah SWT akan 3 hal, Rezekinya, Jodohnya, dan Kematiannya. Yups, menikah adalah proses awal membangun organisasi tingkat yang paling terkecil.
Tujuan menikah pun jelas yaitu untuk menyempurnakan agama secara utuh dan melanjutkan generasi keturunan berikutnya. Keberhasilan sebuah pernikahan pun tergantung dari setiap calon pasangaan keluarga baru tersebut. Tidak bisa di pungkiri sebuah pernikahan dapat dikatakan berhasil, berkat sebuah persiapan yang matang dan tahu betul tentang tujuan pernikahan. Sering terdengar sebuah pernikahan kandas di tengah perjalanan mengarungi samudera kehidupan. Kehidupan yang semakin sulit untuk dihadapi di zaman sekarang pun luar biasa. Kemiskinan, ketimpangan sosial, kesenjangan perekonomian, dan perubahan jati diri yang mengikuti tren sudah tak bisa lagi terbendung yang pada akhirnya berimbas kepada calon-calon generasi penerus keluarga baru. Alhasil banyak terjadi kegagalan dalam membangun sebuah pernikahan.
Sebelum menikah tentu jelas persiapan adalan nomor wahid yang harus dilalui dan persiapan yang baik adalah titik awal untuk mendapatkan titik akhir yang sukses. Berbicara persiapan tentu menjadi hal yang kompleks dan perlu dilakukan penjabaran untuk memudahkan sesorang mengidentifikasi hal apa saja yang perlu di lakukan. Untuk penjelasan detailnya akan saya bahas di bawah ini :

#1 Tentukan Target Menikah

Berbicara kapan target menikah akan dilakukan, kembali kepada masing-masing setiap individu. Mengenai sebuah target kamu harus membuat perencanaan target yang matang. Beberapa hal yang harus kamu tanyakan pada diri kamu yang maunikah ni..! Aku buat perumusan masalah yang harus kamu jawab sendiri yaa.. berikut ulasannya..
·     Apa shi sebenarnya menikah itu ? “(kamu harus tau dulu apa arti menikah itu)”
·   Kira-kira kapan ya.. umur saya yang pas, untuk memasuki masa-masa saya menikah ? “(kalau ini tergantung teman-teman sendiri, apakah sudah memenuhi kriteria yang diharapkan untuk membangun sebuah keluarga, tentu hal ini ada indikatornya yang bisa kamu lihat dari segi modal (ilmu mendidik istri, anak, soaialisai, bergaul, dan bahkan sampai merambah kedunia masyarakat disekitar tempat tinggalnya), pekerjaan, dan sebagainya)”.
·     Bagaimana ya nanti, kalau saya sudah menikah mampu membangun keluarga yang baik ? “( nah kalau berbicara bagaimana tentu membicarakan cara yang pas untuk membuat konsep yang pas mempersiapkan pernikahan yang terbaik dalam membangun hubungan dalam status pernikahan nanti)”.
·  Dalam tahap menentukan target pernikahan,  bagaimana ya caranya agar tercapai sesuai dengan yang sudah di rencanakan ? “( satu kata buat kamu “FOKUS” dapat diartikan sebagai suatu tindakan manusia dalam mengejar sesuatu yang diinginkan, dicita-citakan, direncanakan, dimiliki, dikuasai, dimonopoli, dan diapresiasi mampu terlaksana dengan baik atau tercapai apa-apa yang telah disebutkan tadi.

#2 Ketahui Dan Pahami Tujuan Menikah

Banyak cerita dan bahkan nyata terjadi disekeliling masyarakat kita terdengar kata-kata kegagalan pernikahan. Yups, begitu banyak sesuatu yang tidak baik ini  terjadi. Apa shi yang sebenarnya terjadi dengan hal tersebut? Pertanyaan bagus tuh... ok saya jawab begini, kebanyakan dari mereka yang mengalami kegagalan sesungguhnya belum benar-benar mengetahui dan memahami apa itu sebuah pernikahan dibangun. Seandainya mereka tahu mengetahui dan memahami hal ini tentu mereka sangat enggan sekali atau bahkan jangan sampai terjadi yang namanya “CERAI” itu. Membicarakan Mengetahui dan Memahami sebenarnya bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan oleh semua orang, semuanya kembali kepada masing-masing individu tiap-tiap orang tersebut. Untuk lebih jelasnya bagi yang mau mempersiapkan diri menuju Pernikahan alangkah baiknya banyak-banyak membaca tentang buku QURROTUL ‘UYUN, di dalamnya komplit sekali mengenai pra nikah maupun pasca nikah.

#3 Cari Modal Menikah Secukup yang Kamu Mampu

Yups, menikah itu perlu modal. Sebuah pernikahan tentu memerlukan modal untuk menggapainya. Kemudian, apa yang menjadi modal sebelum menikah?
·      Niat. “(milikilah kata tersebut dalam diri kamu yang mau mempersiapkan pernikahan)”.
·      Uang. “(tidak bisa dipungkiri dan ini realistis, uang merupakan sumber untuk kamu modal menikah, apalagi yang cowok tentu uang harus Dia miliki untuk membeli mahar, persiapan menikah, walimahan, dan konco-konconya dalam sebuah pernikahan)”.
·    Pekerjaan atau bisnis. “( maksudnya apa yaa? Yups, sebelum menikah tentu kamu harus memiliki sebuah perkejaan atau bisnis. Mengapa demikian? Sebabnya adalah sebuah pekerjaan atau bisnis merupakan faktor penunjang memenuhi kebutuhan kelak apabila kamu sudah menikah. Hal ini menjadi penting karena tidak mungkinkan kamu masih bergantung kepada kedua orang tua kamu untuk memberi makan anak istri kamu setelah menikah)”.
·     Bisa Nabung. “( Hah.. apa kaitannya tuh...?? jawabanya adalah apa gunanya kamu sudah bisa bekerja, punya uang tapi gak bisa menabung, percumah kan, kapan mau ngumpulin modalnya buat nikah kalau kamu belum bisa menabung.

#4 Cari Pasangan Yang Di Idamkan

Yuhuu.... langkah yang buat kamu asik, tuh disini... hehe. Jangan lupa kalau point-point penting 1 2 3 sudah kamu dapatkan saatnya menuju ke point ke-4. Pada point ini memang point yang rumit dan membutuhkan sebuah keajaiban yang harus kamu tempuh. Yaps, pada point ini kamu memang harus berusaha lebih dari point-point yang sudah saya jelaskan diatas. Karena, pada point ini membutuhkan campur Tangan Tuhan Yang Maha Kuasa. Memang jodoh adalah takdir yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa, namun kamu tetap  haru mendapatkan jodoh yang terbaik dengan yang kamu usahakan. Ingat kan kata-kata ini !! ( Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka mau merubah nasibnya sendiri) kira-kira begitu kalau dari bahasa yang bisa saya kupas dari pernyataan tersebut. Usaha itu ada ditangan kita namun ingat Tuhanlah penentu suatu usaha itu terjadi atau tidaknya.

#5 Jalin Hubungan Komunikasi Yang Baik Dengan Calon Mertua, Begitu Pun Setelah Menikah

Inilah yang kata kebanyakan orang sekarang kalau mereka (mertua) musuh bebuyutan sebuah pernikahan. Huft, menstream sekali bahasa saya ya hehe...maaf-maaf. Sebenarnya tidak bisa dikatakan seperti  itu juga, semuanya adalah tergantung kepada masing-masing dari setiap para individunya. Kemampuan membangun sebuah pernikahan yang baik merupakan hasil dari andil sebuah komunikasi yang dilakukan dengan baik. Baik, dari pasangannya maupun dari keluarga masing-masing pasangan. Semakin baik hubungan komunikasi baik dengan pasngan maupun keluarga masing-masing dari pasngan merupakan kunci sukses dari sebuah pernikahan. Hal ini sangat menjadi penting dan faktor-faktor besar yang bisa membuat pernikahan kamu berhasi dan sukses menggapai pernikahan yang SAMAWA (Sakinah Mawadah Warrahmah).
Menuju gerbang pernikahan merupakan suatu tindakan yang pasti dan akan dilakukan bagi setiap manusia yang akan melakukan atau membangun sebuah Keluarga. Untuk menujunya pun dibutuhkan perencanaan-perencanaan yang kongkrit dan jelas untuk mencapai kesiapan pernikahan. Kerja keras, kerja ikhlas, bertawakal dan kerja cerdas merupakan kunci sukses kehidupan didunia. So, siapkan diri kamu untuk yang lebih baik dalam membangun jati diri kehidupan yang terbaik. Siap dan Lakukan ....!!!!

Demikian apa-apa yang bisa saya sampaikan, semoga apa yang saya tulis menjadi nilai manfaat bagi kalian secara umum dan bagi saya secara pribadi. Terimakasih telah membaca  dan sudi kiranya berkunjung ke postingan saya. Jangan lupa berlangganan dan baca postingan-postingan menarik dari saya yang dapat membuka wawasan dan cakrawala dunia berfikir anda.
Salam Sahabat Pena...
~ ~Arif Hermawan~ ~